在日インドネシア人の調和を育むために|Perwakilan Masjid As-Sholihin Yokohama Hadiri Pertemuan “Harmoni WNI di Jepang”

在日インドネシア人の調和を育むために

― 横浜アッソーリヒーンマスジド代表者が「在日インドネシア人の調和」会議に参加 ―

📍 2026年6月13日・東京(インドネシア大使館)

横浜アッソーリヒーンマスジドの代表であるアリエフ・ジュナイディ氏をはじめ、イマームのダッファ氏、宗教部門担当のアフマド・ナジフ氏、広報担当のネネイ氏が、在東京インドネシア共和国大使館(KBRI Tokyo)主催の「在日インドネシア人の調和(Harmoni WNI di Jepang)」会議に出席しました。

image

会議には、インドネシア人団体の代表者、モスクや教会の関係者、NPO関係者、そして日本各地のインドネシア人コミュニティのリーダーが参加し、日本社会との共生や相互理解について意見交換が行われました。

1.インドネシアと日本の架け橋として

インドネシア大使は次のように述べました。

  • 日本に居住するインドネシア人は約26万6千人に達している。
  • インドネシアと日本の友好関係は70年以上続いている。
  • インドネシアの若い労働力と、日本の人手不足は互いに補完し合える関係にある。
  • 在日インドネシア人には、日本社会に適応しながらも自国のアイデンティティを大切にすることが期待されている。
  • 多様な民族・文化・宗教の中で培われたインドネシア人の経験は、日本社会との良好な関係づくりに大きく役立つ。

2.相互理解の重要性

日本国外務省の宮本慎吾氏は、インドネシア人と日本人の相互理解の重要性について説明しました。

  • 多くのインドネシア人は日本社会にうまく適応している。
  • 文化の違いを尊重し、積極的にコミュニケーションを取ることが大切である。
  • SNS上の印象よりも、地域社会や近隣住民との良好な関係が重要である。
  • お互いを尊重し合うことで、安全で安心できる社会が実現する。
image

3.国際交流を支える国際交流基金

国際交流基金(Japan Foundation)の下山雅也氏は、日尼交流を促進する様々な取り組みを紹介しました。

  • 日本語教育支援
  • JFT-Basic・JLPTの普及
  • 教育交流プログラム
  • 映画・音楽・文化イベントの開催
  • People-to-People Exchange(人的交流)

これらの活動は、両国民の理解を深め、偏見や誤解を減らすことにつながっています。

4.警視庁からのメッセージ

警視庁からは、日本で生活する外国人に向けて次のような呼びかけがありました。

  • 日本の法律やルールを理解し、遵守すること。
  • 災害への備えを日頃から行うこと。
  • 地域で実施される防災訓練に積極的に参加すること。
  • 在留資格、労働問題、法律問題などで困った場合は、関係機関や警察へ早めに相談すること。

また、大規模災害発生後の最初の48時間が非常に重要であることも強調されました。

5.日本で安心して暮らすための3つのポイント

1. あいさつをする(Aisatsu)

2. ルールを守る

3. 地域活動に積極的に参加する

地域との交流を通じて、日本語能力や文化理解、人間関係は自然と深まっていきます。

image

6.インドネシアの「善き大使」として

今回の会議は、在日インドネシア人一人ひとりがインドネシアの代表であり、日本とインドネシアを結ぶ架け橋であることを再認識する機会となりました。

私たちは調和を大切にし、互いを尊重しながら、地域社会に貢献していくことが求められています。

イスラム教では、人々に善をもたらす存在となることが教えられています。日本で暮らす私たちもまた、地域社会に良い影響を与え、模範となり、周囲に安心と温かさを届ける存在でありたいと思います。

「人々よ、われらはあなたがたを一人の男と一人の女から創り、民族や部族に分けた。それは互いに知り合うためである。」
(クルアーン 第49章13節)

今後も在日インドネシア人が互いの絆を深め、日本社会との調和を育みながら、より良い未来を築いていけることを願っています。

Perwakilan Masjid As-Sholihin Yokohama Hadiri Pertemuan “Harmoni WNI di Jepang”

📍 Tokyo, 13 Juni 2026

Direktur Masjid As-Sholihin Yokohama, Arief Junaidi, bersama Imam Masjid Daffa, Pengurus Departemen Keagamaan Ahmad Nadzif, dan anggota Humas Neney menghadiri pertemuan “Harmoni WNI di Jepang” yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo.

Pertemuan ini dihadiri oleh:

  • Pimpinan organisasi masyarakat Indonesia
  • Pengurus masjid dan gereja
  • Perwakilan NPO (Non-Profit Organization)
  • Tokoh dan pemimpin komunitas Indonesia di Jepang
image
  1. Pentingnya Menjaga Harmoni Indonesia–Jepang

Duta Besar RI untuk Jepang menyampaikan bahwa:

  • Jumlah WNI di Jepang telah mencapai sekitar 266.000 orang.
  • Indonesia dan Jepang memiliki hubungan diplomatik lebih dari 70 tahun.
  • Indonesia memiliki bonus demografi, sementara Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja.
  • WNI di Jepang diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya setempat tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
  • Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi modal penting dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat Jepang.
  1. Meningkatkan Saling Pengertian

Bapak Miyamoto Shingo dari Direktur Jenderal Urusan Asia Tenggara dan Asia Barat Daya, Kementerian Luar Negeri Jepang menekankan bahwa:

  • Mayoritas masyarakat Indonesia telah beradaptasi dengan baik.
  • Komunikasi yang baik dan saling menghormati budaya sangat penting.
  • Hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat sekitar lebih penting daripada persepsi di media sosial.
  • Kehidupan yang harmonis menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak.
  1. Peran Japan Foundation

Bapak Masaya Shimoyama dari Japan Foundation menjelaskan berbagai program yang mempererat hubungan Indonesia–Jepang, antara lain:

  • Pendidikan bahasa Jepang.
  • Program JFT-Basic dan JLPT.
  • Pertukaran budaya dan pendidikan.
  • Festival, film, musik, dan kegiatan internasional.
  • Program people-to-people exchange.

Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman antar masyarakat dan mengurangi prasangka maupun kesalahpahaman.

  1. Pesan dari Kepolisian Metropolitan Tokyo

Kepolisian Metropolitan Tokyo mengingatkan pentingnya:

  • Memahami dan menaati hukum Jepang.
  • Memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.
  • Mengikuti pelatihan kebencanaan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
  • Segera berkonsultasi dengan lembaga terkait apabila menghadapi masalah pekerjaan, status tinggal, maupun persoalan hukum.

Disampaikan pula bahwa 48 jam pertama setelah bencana merupakan masa yang sangat penting dalam proses penyelamatan.

  1. Tiga Kunci Hidup Aman dan Nyaman di Jepang

1. Aisatsu (挨拶) – Membiasakan salam dan sapaan.

2. Taat aturan – Mematuhi hukum dan ketentuan yang berlaku.

3. Aktif bermasyarakat – Berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan dan komunitas.

Melalui interaksi yang baik dengan masyarakat sekitar, kemampuan bahasa, pemahaman budaya, dan hubungan sosial akan berkembang secara alami.

  1. Menjadi Duta Kebaikan Indonesia

Pertemuan ini mengingatkan bahwa setiap WNI di Jepang:

  • Membawa nama baik Indonesia.
  • Menjadi jembatan persahabatan Indonesia–Jepang.
  • Memiliki tanggung jawab menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial.
image

Sebagai Muslim, kita juga diajarkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam, menghadirkan kebaikan, keteladanan, dan manfaat bagi masyarakat di mana pun berada.

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Semoga WNI di Jepang senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni, mempererat ukhuwah, dan berkontribusi positif bagi masyarakat Indonesia maupun Jepang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top